|
|
 |
 |
|
Tuesday, January 15, 2008
Menulis Itu Bikin Aku Gila!
"Menulis itu membuat kita gila, tapi tidak menulis
membuat kita menjadi semakin gila!" sebuah kutipan dari Marcia Preston
dalam Chicken Soup For The Writers Soul.
Ayahku sering kali bilang kalau rata-rata orang indonesia
itu hanya pintar berwacana. Dalam setiap rapat mampu memberikan banyak ide-ide
segar, kritik yang membangun dan langkah-langkah brilian. Namun dalam
prakteknya hanya satu atau dua orang yang benar-benar bekerja merealisasikan
perkataannya. Hmm... kalimat seperti itu membuat aku cukup tersentak, karena
nampaknya aku sendiri termasuk dalam orang indonesia rata-rata yang dikatakan
oleh beliau. Memang agak susah sekali untuk bisa menjaga komitmen, melaksanakan
apa yang kita ucapkan entah itu janji, resolusi, target, ide-ide atau apalah.
Aku tidak bisa membantah apa yang diucapkan oleh ayah karena
memang begitulah kebenarannya. Berkaca pada diri sendiri, berkaca pada berbagai
organisasi yang aku ikuti memang begitulah adanya. Kita hanya bisa mengatakan
sesuatu dengan berapi-api lalu beberapa saat kemudian menjadi melempem. Meski
banyak jua orang-orang yang tetap berjalan dalam komitmen yang tegas! Dan aku
bangga melihat orang-orang seperti itu.
Untuk beberapa hal aku termasuk memegang komitmen tapi untuk
banyak hal aku ini melempem kayak kerupuk. Pelan-pelan berusaha kuperbaiki hal
itu untuk menjadi manusia yang lebih berkomitmen lagi sehingga bisa menjadi
sukses!
Kalau kata orang umum orang yang cuma semangat di depan
doang biasa disebut anget-anget tai ayam, awalnya anget besoknya lupa, kalau
kata kakakku sih anget-anget kue bolu, awalnya anget besoknya lupa! Sama
ajalah!
Tulisan ini adalah awal bagiku untuk kembali mengingat
komitmenku pada diri sendiri! Awal tahun aku punya komitmen, aku harus menulis
setiap hari minimal tiga halaman! Hari pertama, kedua, ketiga, masih lancar
bisa 3 halaman lebih, tapi menjelang hari keempat dan seterusnya, menurun jadi
2 halaman, 1 halaman, sampai kemarin aku cuma mampu menulis setengah halaman!
Wadaw krek! Aku benar-benar telah menjadi kue bolu yang cuma hangat saat keluar
dari iven aja! Aku udah kehilangan komitmen buat nulis!
Aku terus menerus menyesali diri sepanjang hari ketika aku
tidak bisa mencapai 3 halaman. Dalam kutipan di atas, aku menjadi sadar, bahwa
inilah yang aku rasakan. Menulis membuat aku gila, benar-benar gila, aku
dituntut untuk selalu berpikir kreatif setiap hari, selalu menulis hal-hal
baru, menyusun cerita satu per satu dan itu membuatku gila! Membuatku gila bila
aku tidak bisa menghasilkan tulisan bagus dan hanya menghasilkan
halaman-halaman penuh dengan sampah kata-kata. Aku gila, sebenarnya gila, jadi
bete seharian, gelisah, kadang-kadang jutek, tapi untunglah bayi di perutku
selalu membuat aku tertawa kembali, suamiku selalu membuat aku tersenyum lagi
sehingga aku tidak benar-benar menjadi gila.
Tetapi tidak menulis apapun dalam satu hari membuat aku jadi
semakin gila! Jadi semakin gila karena tidak mengeluarkan kata-kata yang
menyumbat otakku pada halaman-halaman kosong yang menanti di layar komputer.
Tidak menulis dalam satu hari dan aku melihat banyak teman-teman yang sudah
menelorkan satu buku lagi, satu buku lagi, membuat aku jadi semakin gilaaa!
Karena aku tidak menghasilkan kata apapun!
Maka biarlah aku gila, gila dalam keasyikan menulis, gila
yang menghasilkan dan gila telah menghantarku untuk memenuhi komitmen menulis
setiap hari. Gila membuat aku perlahan menjauh dari orang indonesia rata-rata
yang hanya pintar berwacana.
Ya Allah, semoga aku tidak berdusta pada diriku sendiri, maka izinkan ini
menjadi halaman pertama dan komitmen tiga halaman menulis setiap hari yang aku
simpan dalam hati.
By : Achi TM & Dede Yang Di perut
Buat Temen-temen semua
"Haaaii... Ni men Hao ma?"
Posted at 09:30 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Sunday, January 06, 2008
LAGI NGIRI BERAT SAMA KANG ABIK!!!
Pagi ini kusapa Koran harian favoritku, kubaca lembar demi lembar berita yang membuat senyum naik turun. Sambil sesekali menyereput susu sementara di luar mendung belum memuntahkan hujan. Tapi tiba-tiba air mataku menetes setelah selesai kumembaca sebuah artikel berjudul “Keajaiban Ayat-Ayat Cinta.” Suamiku yang duduk di sebelahku sambil membaca Koran jadi terheran-heran melihat aku mewek, sebenarnya air mataku cuman netes satu dua tapi ekspresiku dalem banget mengisyaratkan kalau aku lagi sedih berat.
“Kenapa, dek? Kok mukanya ditekuk?” Tanya Mas Agung.
Aku tidak menjawab dan memperlihatkan artikel yang tadi aku baca sambil menggeram gemas. Ugh… ugh… kesal! Sedih! Suamiku jadi makin bingung dan membaca artikel itu. Sejenak kemudian dia tertawa kecil lalu menatapku tajam.
“Makanya nulis! Jangan kesel aja digedein,” ujarnya bikin aku nginyem.
“Tapi aku ngiri-ngiri! Dia bisa bikin novel yang membangun jiwa sedangkan tulisan aku jelek!” rungutku.
“Makanya terus nulis nanti biar tulisannya jadi lebih bagus,” ujar Mas Agung, “apa perlu Mas yang bikin novel?” ujarnya sambil tersenyum nakal. Aku cemberut, huh… Masku, kan, baru terjun di dunia tulis menulis, belum pernah bikin novel apalagi cerpen. Tapi ngga ada salahnya, sih, dicoba siapa tahu bisa jadi keren tulisannya.
“Mas, tulisanku, kan, kebanyakan tentang remaja, gaya bahasanya juga remaja, aku mana bisa bikin novel kayak novel kang abik,” lanjutku.
“Bisa… bisa,” jawabnya singkat, “step by steplah….” Setelah itu dia beranjak dari tempat duduk lalu pergi ke kamar mandi. Aku menghela napas beraaat banget sampai mukaku mungkin ngga berbentuk, aku bener-bener kesel pada diriku sendiri yang lagi ngiri berat sama kang abik.
Aku ngiri, aku ngiri, sejujurnya aku ngiri! Beliau bisa membuat banyak novel yang semuanya best seller, bisa dapat penghargaan di sana-sini, dapat pujian di sana-sini, didiskusikan di sana-sini, bisa membawa perubahan buat pencerahan anak bangsa. Wah… pokoknya Nampak bagai novel tanpa cela. Aku tambah manyun melihat iklan di sudut bawah Koran, semuanya menjajakan novel best sellernya kang abik. Di bawah iklan itu aku melihat ada cerbung dari teh Pipit Senja. Sejenak aku berhenti merengut dan merenung.
The Pipit Senja dan mungkin masih banyak lagi novelis yang sudah malang melintang menulis begitu banyak novel dengan begitu banyak curahan tenaga, energy, dan kekuatan untuk terus menulis. Namun mungkin tak banyak yang mendapat ganjaran serupa novel kang Abik bahkan mungkin Cuma novel Ayat-Ayat Cinta saja yang mampu menyedot perhatian begitu banyak khalayak. Saingan kang baik dalam cetak ulang mungkin hanya Laskar Pelangi. Namun yang pasti, tidak semua penulis yang sudah menulis terus menerus dan berusia sudah lanjut mendapat kesempatan untuk bisa mencetak buku best seller. Dan… bagaimana perasaan mereka? Apakah mereka juga sama ngirinya seperti aku? Aku rasa ngga juga, mungkin mereka lebih bijak, mereka justru lebih terpacu untuk membuat karya yang lebih bagus dan lebih bagus lagi.
Tidak mau munafik, semua penulis ingin tulisannya bisa best seller, ingin tulisannya bisa dibaca oleh semua kalangan sehingga mampu mempengaruhi mereka ke dalam kebaikan lewat tulisan yang kita buat. Itu pun yang aku inginkan, itu pun yang aku impikan.
Aku menghela napas sambil senyum.
Masih banyak penulis yang lebih senior dibandingkan aku belum mendapat kesempatan untuk mencetak mega best seller, lantas kenapa aku yang hanya penulis ‘ecek-ecek’ sudah merasa kesal sekali karena belum bisa mencetak best seller? Ugh… aku terlalu naïf, deh… padahal usiaku masih muda dan insya allah masih punya kesempatan buat terus berkarya… yayayaya… akhirnya aku ngiri sekali… ngiri sehingga mencambukku untuk terus mengasah diri membuat tulisan yang lebih baik lagi.
6-01-08
Posted at 03:15 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Saturday, January 05, 2008
Hanya Mengisi Waktu Menunggu Inspirasi Datang Dari Langit Ketujuh
Aku suka menulis, semua temen2 juga pasti suka menulis. Namun lambat laun kebanyakan nulis bikin aku bete! Karena aku hanya menulis yang itu-itu saja, aku hanya menulis dengan gaya itu-itu saja.... tapi aku tidak bisa tidak menulis!
Bagi kebanyakan orang, menulis buku itu identik dengan menulis buku pengetahuan, buku nonfiksi, buku yang berbobot tinggi, bahkan menulis novel pun harus berbobot tinggi....
Aku masih anak bawang kalau disuruh nulis dengan bobot tinggi
kelemahanku yang seringkali dikritik banyak teman-temanku adalah aku malas membaca! Hmm... sebenarnya aku tidak malas membaca, aku hanya pilih-pilih bacaan! (eh kebanyakn tanda seru bukan berarti marah, tapi biar seru aja, halah)
Sejak kecil aku suka sekali membaca komik, semua komik aku babat pada zamannya tapi hanya komik! Dari komik petruk sama komik doraemon, serial cantik, komik percintaan halah... dan segala macam komik wiro sableng! Semua tuntas dibaca... dari sana aku mulai berkhayal dan berimajinasi....aku menyusun cerita demi cerita sendiri, aku membuat sebuah film dalam bayanganku sendiri bahkan aku bicara sendiri! Berdialog sendiri sebagai tokoh dari cerita yang ada di pikiranku, aku bicara sama tembok, aku bicara di kamar mandi, aku berakting sendiri! Aku belum bisa menuliskan cerita, aku hanya bisa menggambarkan cerita itu lewat sebuah gambar komik. Berkali-kali aku membuat cerpen dan berkali-kali pula harus gagal buat selesai. Beranjak gede aku mulai baca novel, semua novel-novel dan mini seri remaja asal amerika aku abisin. Maklum teenlit belom menjamur. Saking ngebet baca novel terus aku ngga tau kalo lagi baca novel Freddy. S, betapa kagetnya aku saat asyik baca cerita romantis tiba-tiba ada penuturan adegan ranjang, wadaw... aku yang masih umur belasan tahun langsung kesetrum, merem melek, terusin ngga terusin ngga bacanya... untung om aku langsung mergokin aku baca tuh novel, dia marahin aku abis-abisan... ye... mana aku tahu kalo itu novel dewasa yang "P" banget!
Jadi, ya, masuk ke dunia SMA aku masih berkutat sama komik, cita-citaku tinggi, mau jadi komikus dan juga sastrawan. Nah, suatu hari aku disuruh milih sama bu guru, mau jadi komikus apa sastrawan? Ya, mau dua-duanya dong! Tapi anehnya aku lebih gigih buat bikin komik dan setengah-setengah buat nulis cerpen. Setelah gagal ikut kompetisi komik di sanasini akhirnya aku meninggalkan dunia komik tepatnya saat semester dua kuliah. Aku hopelesss bangeeeettt.... aku banting setir buat jadi penulis sebenarnya, aku selesaikan semua cerpen2 setengah jadi dan aku kirimkan ke banyak media, sayangnya aku gagal maning gagal maning! Aku lalu dinasehatin buat menulis diri sendiri, just be your self! Kata seorang teman sekaligus guru nulis di FLP DKI, lantas aku menuliskan saja semua kisah-kisahku dalam cerpen meski banyak dikasih bumbu di sana dan di sini, jadilah cerpen2 itu berhasil muncul dan berkali-kali nongol di berbagai media remaja. Yaaa.. aku suka dunia remaja, aku suka dunia Lo-Lo Gue-Gue... bahkan aku ogah buat jadi dewasa, tapi nyatanya umurku nambah-nambah aja...
Biarpun sering jatuh cinta di sana-sini toh aku ngga bisa jadi dewasa, bahkan saat aku sudah nikah dan akan punya anak pun, ayahku masih bilang, "kelakukannye masih kayak anak-anak," muanjaa buanget! Aku masih terus memegang prinsip just be your self! Kata guru komputerku waktu kuliah, "kamu jangan maksain nulis cerpen tentang pernikahan kalau kamu sendiri belum merasakan sebuah pernikahan!" So'... aku menulis apa saja yang aku rasakan, apa saja yang pernah aku alami dan ditambah bumbu imajinasi dan digodok dengan tambelan sana-sini maka jadilah empat buah novel yang alhamdulillah dua diterbitin, dua lagi dalam proses pencetakan.
Sejujurnya aku belum puas dengan apa yang aku tulis, aku belum menemukan sebuah kepuasan yang bener-bener puas! Ibaratnya kalau aku minum sprite aku belum bisa tenggelam di dasar kolam buat menghilangkan dahaga, dahaga menulisku yang menggebu! Aku menuliskan semua kisah remajaku dan masih banyak yang belum dituliskan, kalau dipikir-pikir ada 2 buah novel lagi yang sudah kukerjakan setengah jalan tapi tiba-tiba aku tinggalkan!
Karena apa? karena aku merasa, aku jelek banget sih nulisnya! Aku ngga bisa bikin novel sebagus Habiburrahman El Shirazy, gak bisa bikin novel sekeren Laskar Pelangi, gak bisa sepintar dan secerdas Rusdin F. Rauf, tulisanku gak bisa sedalem tulisan Dani Ardiansyah, kalimatku ngga bisa semenusuk Nursalam AR, artikelku ngga sebagus temen-temen di SK< bahkan aku sama sekali jarang nulis artikel kalau ngga disuruh sama Pak Sinang :-)) tulisanku CUPU (Culun Punya dan ngga OKE)
itulah yang aku rasakan sekarang!
Berhari-hari aku pandangi naskahku yang terbengkalai di laptop, aku ingin bikin novel lagi, aku ingin novel aku dibukukan. Saat aku lihat dua buah novelku yang sudah jadi buku, aku sedih kenapa novel aku jelek? Kenapa ngga bisa best seller? Dua buah novelku yang lain yang akan segera terbit juga sama, temanya remaja, bahasanya ngaco asli sok gaul, gaya candaanya ngga asyik dan itu-itu aja! Seharusnya aku bersyukur masih ada yang mau nerbitin! Tapi lamaaaa banget proses cetaknya!Heeeuh... capek deh, aku ternyata kurang bersyukur... padahal aku dikasih kesempatan buat nulis... biar udah sadar begitu tetep aja belum mau melanjutkan novel setengah jadi di laptopku... aku masih cuman bisa memandanginya dan segala ketakutan muncul, takut novelnya ngga ada yang nerbitin, takut ditolakiin... heuuuh...
pengen bikin novel dengan genre berbeda tapi aku belum berani lagi. Dulu... novel kedua yang aku garap berjudul SKETSA PELANGI HITAM, menurutku ceritanya keren, tapi menurut banyak penerbit, ceritanya Maksa! Dan ngga Banget! Ada juga penerbit yang bilang, kisahnya bagus tapi gaya menceritakannya terlalu bertele-tele.,.. halah, semua itu terjadi karena aku menulis novel itu dengan gaya-gaya yang sok nyastra, malah jadinya kacau beliau! Sampai sekarang novel itu masih teronggok di kardus dan ngga ada yang mau nerbitin, kesian, ye... padahal novel itu paling lama aku bikin dengan pemikiran paling sulit pula, tapi malah novel-novel teenlit aku yang diterbitin di sana-sini khuhuhuhukkk...
meski buat nulis teenlit aja belum tentu aku bisa nembus ke Gramedia, karena aku ngga berani kirim ke sana, aku ngga yakin sama kualitas nulis lagi... yaa... tambah terpuruklah aku...
untung setiap hari aku dibebani kerjaan buat nulis skenario dan sinopsis skenario jadinya biar ngga bikin novel toh aku tetap nulis. Tapi menulisnya bukan dari hati tapi asas tanggung jawab sebagai mata pencaharian... hix...!
Kisah malas menulis itu pun harus usai hari ini saat aku membaca artikel dari kang CHANDRA dengan judul menulis 1093 halaman setahun? Hmm... hmmm... hmmm... oke juga tuh! Padahal intisari tulisan kang Chandra itu adalah kebiasaan aku waktu pertama getol-getol nulis novel! Aku punya target kuat kapan novel itu bisa selesai dan sehari harus nulis berapa halaman! Tapi sekarang? Aku melempem, namun saat baca artikel itu aku jadi Semangat lagi buat nulis! Buat nulis minimal tiga halaman tiap hari, buat menuliskan apa sajaaaa.... maka aku memulai tiga halaman pertamaku (selain skenario) dengan tulisan ini! Yayayayaya... tulisan ngaco ini, sembari menunggu hujan berhenti, aku mandi dan bisa nulis novel lagi!
Thanks
buat yang mau baca
*** Achi TM ***
yang lagi ngidam pengen bikin satu novel lagi! Hix!
Posted at 03:28 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Sunday, December 30, 2007
Haloo... balik lagi ke BLOG!
Sebenernya tuh, dari duluuuu... males banget ngisi blog. Historynya gini!
Dulu, aku naksir dan kesengsem berat sama seseorang berinisial A, nah Si A ini tinggal di Jakarta dan jauuuh banget dari rumah aku. Kita cuman bisa ketemuan pas ada acara FLP hehehe... itu pun dia jarang datang! Jadi, ya, asli jarang ketemu! Tapi rasa syuka itu makin besar dan besar tatkala kita jadi sering smsan (aku sih yang smsin duluan), terus dia nelpon2 aku, senengnya dan kita chating hampir tiap hari buat membicarakan banyak HAL!
Tapi dia ikhwan, sulit banget deh buat aku nyatain rasa ke dia, aku sih tau dia ngga mau pacaran tapi maunya langsung nikah, akunya juga pengen gitu! tapi masalahnya dia ikhwan banget, yang alim banget, sedangkan aku bukan akhwat banget dan ngga banget, deh! Alhasil aku deg-deg plas nungguin dia nyatain cinta, chatingan kita juga udah nyerempet2 ke masalah hati tapi yaaaaaaaaa............ cuman nyerempet kagak bisa diketahui deh isi hatinye die!
Terus, aku disuruh dia buat ngunjungin blog dia di www... blabla. blogdrive. com gitu deh, akhirnya aku kunjungi blog dia dan saban aku rindu, aku selalu kunjungi dan aku baca isi blog dia sampai mataku perih2! Wow! tapi isi blognya jauuuh banget cerita cinta dia, aku mo ngorek2 informasi about cewek yang lagi dia pedekatein eh kagak dapet2. Tapi baca blog dia aja aku udah seneng. Terus, aku minta dibikinin blog juga. Eh, dianya baek banget, mau bikinin aku blog dengan background kesukaan aku, LAUT!
Waaah... aku gak tertarik sih buat add temen2 lain, di blogku cuman dia aja yang jadi list contact aku hehehe... terus tulisan2 aku di blog juga sebenarnya aku tujukan buat dia biar dia baca, kali aja dia nangkep maksudku yang udah kepengen kawin.... eh.... entah gimana ceritanya, aku dikasih tau seseorang yang berinisial E yang ternyata adalah temen satu kampusnya, kalau si A itu banyak pdktin akhwat2 buat jadi istrinya, jadi akunya cuman KE-GR-an, hix... patah hati deh gue! Patah semangat! dan males buat nulis2 di BLOG ini lagi!
Hux... aku pun semakin yakin kalo dia gak ada perasaan apa2 sama aku, aku lalu ikutan diklat bahasa mandarin di asrama selama 3 bulan, salah satu alesannya juga buat ngelupain dia, tapi aku tetep berharap dia mau ketemuan sama aku. Soalnya asrama aku tuh di Jakarta dan letaknya gak jauh dari tempat tinggal si A. Tapi selama 3 bulan itu pula si A gak pernah mau nemuin aku dengan alasan sibuklah, apalah, blablalah! So' semakin yakinlah aku kalau aku cuman ke GR-an
Eh, ternyata skenario Allah lain lagi, di asrama aku kesengsem sama seseorang dan dia juga kesengsem sama aku. Singkat cerita, akhirnya kita jadian, cuman sebentaran terus dia ngelamar aku, abis itu proses nikahnya ampe 6 bulan lewat lamaaa banget, tapi alhamdulillah akhirnya aku dan dia nikah juga. Dan sekarang udah jadi suamiku namanya Agung Argopo. Jadi di asrama aku berjodoh sama Agung.
Tapi sebulan kemudian, dalam sebuah acara FLP, temen baik si A bicara padaku. Katanya "kenapa kamu nikah duluan? Padahal temenku si A sangat kepingin nikah sama kamu. Dia sengaja nunggu kamu selesai kuliah S1" kurang lebih begitu deh kata temennya si A entu. Aku, sih, gak tau, ya, bener apa ngga... tapi kan temennya si A itu juga ikhwan masa Ikhwan ngebohong, sih? Hehehehe...
Sebenernya agak nyesel juga binti kesel sih, kenapa, sih, kenapa si A lambat banget geraknya? Kenapa si A gak cepet 2 ngambil hatiku sebelum hatiku diembat orang. Halah... GR lagi, deh, kan belon tentu temennya si A entu bener. Wallahu alam, deh.
yaaa... begitulah alkisahnya mengapa aku jadi malas banget oprek2 blog ini! Tapi hihihih... sekarang aku udah hamil 4 bulan dan aku udah biasa banget sama si A entu, jadi, ya, aku coba buat update lagi. Kali aja nambah banyak temen! Yuuuk... kasih komen, yakx!
*** Achi TM ***
Posted at 08:15 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Wednesday, October 12, 2005
duuuuuuuuuuuhhhhhh... kok rasa-rasanya bulan puasa ini terasa hampa ya? apa karena gue kebanyakan tidur karena ternyata aku harus menjalani kuliah malam neeh. Wuaaa... taraweh selalu aja ketinggalan, kalo sempet n masih kuat bisa taraweh sendirian, tapi kan gak ada sense of ramadhannya kalo begituh. Mana BBM naik pula, jadi kalau mau pegi ke mana-mana terasa berat di ongkos, jadi terpaksa diem at HOME... berkutatnya tiap hari sama interneeet terus, kalo gak liat-liat frenster, ya, chating sama anak-anak FLP. Saban chating sama mereka tuh kayaknya gimaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaaa gituuu.... kok gak pede sendiri aja cos mereka dah pada berkarya banyak, dah banyak juga yang jebolin buku. Lha gueeeeee???? ditolak terus, kalah lomba terus, sempet hopeless neh jadi penulis tapi ternyata banyak banget temen-2 yang support gue. So? I'll keep writing bro!
(hehiehieh... bahasanya jadi rada-rada kayak teenlit) lagi sering banget baca teenlit hix... :-( rencananya mau ikutan lomba novel teenlit n cari-2 referensi dengan baa-baca buku teenlit. Tapi karena ada mepet waktu jadinya gak ikutan lomba, naskahnya dah setengah jalan tuh! kalo gak dilanjutin kan sayang sekallleee... Eh tapi malah keranjingan baca teenlit. Sampai beli lima buku gituuu!padahal kan teenlit mahal :-( tapi lumayan ceritanya selalu bikin kita senyum dan ketawa-ketiwi sendiri. Abis kalo baca buku-buku sastra yang berat itu selalu bikin 'LieUr' alias PeNiNg kali pala niiihhh!!!
huaaaaaaaaaaaaa.................... bangkit dong achi ! ini bulan ramadhan getohhh bukan waktunya buat males-malesan terus... tapi gimana duuungsss???? kesehatan jadi turun drastis saban bulan ini hix :-(
Posted at 06:10 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Friday, September 02, 2005
Allah… maaf banget achi belum bisa bersyukur dengan sangat!
Padahal begitu banyak nikmat yang Engkau curahkan… begitu banyak rasa cinta dan kasih sayang yang kau hamparkan… Allah… tunggu aku, aku akan berterima kasih pada-Mu, aku akan bersyukur! Allah… dekati aku lagi, buka hatiku lagi, sentuh qalbuku lagi, Allah…!
Hmmm…. Bulan agustus adalah bulan yang penuh dengan kesibukan, dari awal bulan Juli sudah disibukkan dengan yang namanya perlombaan-perlombaan 17-an, sudah harus rapat di RW dan Kelurahan. Aku jadi ketemu dan gaul sama bapak-bapak hahaha… ternyata gaul sama Bapak-2 gak jelek juga, mereka itu adalah lelaki dewasa semua yang bias diajak dewasa dan diajak bercanda, mereka ngemong kita walau banyak nuntutnya. Alhamdulillah walau sering dikatain sama anak-anak sekitar “Ddihh achi gaulnya sama Bapak-bapak n Om-Om!” buat aku sih gak ngaruh, ambil hikmahnya aja lagee… selain itu jadi deket sama Bu RW dan Bu Lurah, wahh… gara-gara aku menjabat jadi Ketau Karang Taruna RW aku jadi kelibet banyak sama para pejabat kapiran entu. Ya… aku jadi tahu baik busuknya karang taruna, baik busuknya orang-orang kelurahan, gimana kejamnya mereka bermain-main dengan uang rakyat. Pantesan aja para pejabat pada endut-endut! Hihihihih……. Mudah-2An aja, hubungan tersebut bisa terus berlanjut. Agustus sudah lewat, kepanitiaan sudah usai. Selain dapet temen baru (bapak-2, aku juga dapet temen anak muda )
Posted at 08:49 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Saturday, August 13, 2005
APA KABAR LAUT MASIHKAH KAU BIRU?
Bila kau jenuh berwarna biru, laut, katakan padaku. Akan kuberikan kau warna merah muda. Orang bilang itu adalah warna cinta. Tapi Laut, bagaimana bila aku yang merasakan jenuh. Maukah kau memberikan aku pekat? Biar gelap sekalian hitam. Agar tak lagi kurasakan cAhaya. Karena kau bingung wahai laut, tanpa aku berteriak di ombakumu, Tuhan juga sudah tahu kalau aku bingung wahai laut! Meski hanya berbisik pada pepasir Tuhan juga paham kalau aku bingung wahai laut! Beritahu aku... apakah arti cinta, sampaikan dalam desis malammu. Hamparkan aku setitik birumu agar kurasakan damai dasarmu wahai laut!
Aku jenuh...
JENUH...
JENUH
lAUT... MASIHKAH KAU BIRU DI SANA?
Posted at 12:04 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Thursday, June 02, 2005
AKU CUMA MENULIS SEBAIT KATA SAJA
"SESUNGGUHNYA HATIKU SEDANG MEREDAM SERIBU KEBISUAN DAN MENDAMPARKAN SERIBU HARAPAN."
Posted at 01:55 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Monday, May 30, 2005
Kemarin aku berdiskusi kecil dengan seorang teman dari FLP. Tentang pernikahan! Aku cerita kalau aku lagi dekat sama seseorang dan dia menganjurkan agar aku segera menikah saja dengan pria itu. Padahal kan kedekatan kami baru sebatas berteman. Aku bilang sama temanku kalau aku takut buat menikah. Karena aku dikelilingi oleh begitu banyak teman-teman yang broken home, cerita-cerita mereka tentang ortu mereka yang selalu bertengkar. Aku jadi takut, karena terkadang orang tuaku juga suka bertengkar. Alasan yang lain aku takut, aku belum bisa menerima diri sendiri, aku takut pasanganku ngga bisa nerima aku apa adanya, aku takut kalau aku diselingkuhin, aku takut kalau nanti aku dikekang dan ngga bebas lagi, aku takut kalau hatiku masih suka lari kesana-sini! Pokoknya banyak ketakutan-ketakutan yang membuat aku takut menikah.
Temanku itu banyak kasih masukan, banyak kasih cerita tentang banyaknya wanita yang belum menikah di usianya yang ke 40 tahun karena alasannya sama seperti alasanku. Aku jadi merinding. Apa benar aku tidak mau menikah dan be single forever? Berarti agamku ngga sempurna dong? Kata temanku, memang usiaku ini masih usia maunya bebas, usia bingung mau menikah atau tidak. Kata temanku ini usiaku udah cukup buat nikah. Tapi banyak juga yang bialng kalo aku ini masih kecil, belom pantes buat nikah. Nah lho????? aku kan bingung!
Penuh kebingungan aku pulang ke Tangerang. Di patas, aku duduk dengan seorang wanita yang dandanannya gaul banget. Gaya ngomongnya juga gaul. ia bertanya berapa ongkos ke slipi? aku jelaskan saja, lalu diam. Tetapi wanita itu tetap berkicau, ia mencoba mengajak ngobrol, padahal aku lagi bete tuh! Tapi tetap aku ladeni, lama-lama asyik juga bicara sama dia.
Ternyata umurnya sudah 40 tahun! tetapi gayanya masih kayak anak muda, aku pikir tadi ia baru 24 atau 25. Ia sudah bolak-balik kerja di banyak perusahaan. Dan sekarang sedang merencanakan bisnis suppliernya di slipi. Wuiihh...keren banget! Tapi yang bikin aku kaget ternyata dia belum emnikah! Tampaknya ia cukup enjoy juga. Aku perhatikan terus-menerus wajahnya, ternyata kalau diperhatikan memang sudah tua seumuran tanteku.
Dia bilang, tanpa menikah dia masih tetap bebas dan enjoy, bisa mengejar mimpi-mimpinya. Wow! aku jadi takut, nih orang kiriman Tuhan atau Iblis? Kok jadi bikin aku semakin ngga pengen nikah sih? Astagfirullah al-azim, kayaknya aku emang harus banyak dzikir lagi, banyak baca lagi, n banyak sharing lagi. Gimana pun juga dengan menikah itu kan kita sudah menyempurnakan separuh dien kita. Tul kan? Oooooooo.... semoga umurku masih panjang untuk bisa memahami dna mengerti indahnya sebuha pernikahan. Tapi banyak yang bilang kalo aku masih kecil! Belom pantes buat NIKAH! kalian setuju gak sih? HIIIixixx..... confused abiss
Posted at 01:31 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Sunday, May 22, 2005
Hari ini, tubuhku begitu lelah! Hatiku begitu lelah! Lelah menunggu sebuah semangat. lelah menunggu ungkapan kasih sayang dan cinta. Aku tidak merayakan Valentine, dan anti sama hari kasih sayang itu. Tetapi aku heran, mengapa orang-2 cenderung mengucapkan kasih sayang itu hanya pada hari valentine? Tahukah mereka bahwa aku butuh ungkapan kasih sayang itu setiap hari?!!
Ayahku terkadang mengucapkan sayang tatkala aku sedang menangis karena ia marahi, tatkala aku sedang sedih dan merasa putus asa. Temanku mengucapkan kasih sayang ketika aku sudah mulai mengutuk-ngutuk diri sendiri! LAntas di mana seseorang yang benar-2 dengan tulus berkata "Achi aku sayang kamu" dan bukan hanya sekedar kata saja! Sayang itu dapat diungkapkan dengan berbagai perlakuan. Tetapi apa yang selama ini aku dapat? Mungkin aku yang tak pernah bisa memahami cara mereka menunjukkan kasih sayang. Aku yang tak mengerti cara mereka meyanyangiku. Tapi sungguh, hari ini aku butuh ucapan itu, aku butuh perhatian itu, aku butuh semangat dari teman-temanku! Lantas aku sedih karena aku sama sekali tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Di bawah jembatan kota Metropolitan, ditemani debu-debu tebal yang membuat nafasku sesak, tiba-tiba aku merasa sendiri. Sendiri di kota Jakarta, tiba-tiba aku merasa kecil dan terhimpit di antara gedung-gedung kokoh! Lalu dimana aku harus menopangkan air mata kesepianku? Di patas aku mencoba menghibur diri dengan kaset PADI, ditemani hentakan-hentakan drum dan alunan berbagai alat musik. Aku merasa tak bergairah lagi dalam hidup, serta merta aku tak lagi menemukan sesuatu dalam hidup. Semuanya hanya berjalan datar. Bagiku KOSONG... dan aku terus-menerus bertanya siapa yang benar-benar menyayangiku????!!! Kucoba bunuh kepenatan itu, kubuka e-mail Yahoo ku, dan kakak tercintaku mengirimkan Offline message yang ebrbunyi begini...
"Hanya Dia lah yang maha menyayangi kita. Tak ada Dzat yang cintanya melampaui cinta Allah pada kita. "maka, nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? cinta dunia akan terputus oleh ajal dan kiamat, cinta pada Allah abadi. kenikmatan terbesar seorang hamba yang masuk surga adalah menatap wajah Allah. Rasulullah pernah bertanya pada seorang sahabat apakah yang sudah kau persiapkan untuk kedatangan kiamat (kematian)? Belum ada ya Rasulullah... tapi aku mencintai Allah dan RasulNya.menjawab Rasulullah; maka kau akan bersama yang kau cintai."
So' akhirnya aku tahu, siapa yang benar-benar menyayangiku
Posted at 06:05 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
|
|
|