|
|
Friday, April 29, 2005
LAUT dan OMBAK YANG TENANG
Tak pernah ada ombak yang tenang. Tapi aku bisa menenangkan hatiku.
Tak pernah ada Laut yang hitam, tapi aku dapat menghitamkan hatiku.
Biru...berbau amis dan tengik. Tempat ikan terkapar dan melayang di dasarmu....
Laut adalah seperti aku, ombak adalah seperti aku....
Aku juga mungkin perahu, yang terombang-ambing disentuh biru
Di atas daratan yang ternoda penuh duniawi
Tersesat aku menangis...
Tapi laut tak pernah menangis
Karena ia bukanlah awan yang mampu menitikkan hujan....
Aku suka sekali dengan lautan luas. Nampaknya tubuhku kecil di hadapan-Nya. Berteriak aku sekuat tenaga, tetap saja laut tak pernah surut menghantarkan ombaknya.
Aku suka sekali dengan laut yang menciptakan pantai yang sepoi-sepoi nyiur kelapa. Berlarilari aku di pasir pantai, menenggelamkan diri dalam mimpi.
Di laut aku bebas berkhayal. Terbang menggapai gumpalan langit, atau tidur di hamparan birunya. Laut yang bebas, yang luas, membuat aku lepas.
Aku suka sekali mendengar suara ombak memecah karang. Betapa keras bebatuan itu untuk dihancurkan tetapi laut tak pernah putus asa untuk dapat membuat karang berlubang. Lantas mengapa aku kehilangan semangat?
Masih ada layar yang tandas diterjang angin. Masih ada ikan yang kehilangan induknya. Masih ada Laut yang luas. Tumpahkan saja air matamu di sana. Di lautan-Nya. Sama-sama asin, pastilah tak berguna. Bagi laut, air mata itu tiada guna. Jadi buat apa menangis.
Usah berkeluh kesah, laut tak pernah mendengar. Ia terlampau lebar untuk dapat mencerna kata-kata. Simpan saja keluhmu dalam doa...
Aku suka laut, suka sekali. Ingin rasanya ikut bergulung-gulung dalam ombak, tenggelam di dalam laut, dan menyapa Spongebob dan Patrik... atau mungkin tuan Krep?
Semoga laut menyukaiku juga, dan kuharap pencipta laut juga akan menyukaiku. Hamba-Nya yang kecil bagai pepasir.
Posted at 12:02 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Saturday, April 23, 2005
Untuk sebuah semangat!
Cerita ini benar-benar aku alami. Sebagai seorang penulis pemula yang sama sekali belum punya nama besar dan bisa memproduksi sebuah buku best seller. Aku selalu senantiasa butuh sebuah semangat dari teman-teman yang sama-sama punya visi dan misi untuk menulis. Semangat dari mereka itulah yang nanti akan mengendap di lubuk hatiku, kemudian terolah dalam otakku lantas berubah menjadi ide-ide kreatif yang memicu munculnya karya-karya baruku.
Dari mana aku bisa tetap bertahan di tengah gempuran media yang seakan congkak. Media yang seolah tak mau menerima tulisanku untuk sekedar dipajang pada salah satu edisi mereka. Kadang aku merasa bahwa menulis dan menjadi novelis bukanlah jalanku. Bukanlah ke sana aku akan sukses. Tapi enatah kenapa berkali-kali aku ditolak media, namun aku tetap mampu menulis. Karena aku punya pompa semangat!
Dan pompa semangat itu adalah sebuah Forum yang ada di Taman indah yang bernam Ismail Marzuki. Mungkin forum-forum itu begitu banyak bertebaran di bumi Allah ini. Tetapi entah mengapa (lagi?) aku bisa tedampar di sana? Ada ikatan batin dan mungkin suratan takdir Illahi yang memaksaku untuk terus datang bertandang ke sana. Taman yang indah bagiku di tengah gersang dan pekatnya kota Jakarta.
Ada begitu banyak celotahan riang bersanding, berjuta caci maki yang terselubung (mungkin), tangis dan air mata pun pernah aku lahap di sana. Tapi tak pernah menyusutkan keinginanku untuk menjdai penulis besar. Mengalahkan penulis senior yang mendirikan forum itu. aku ingin mengalahkan Asma Nadia dan helvy Tiana Rosa. Kerap kali ketika aku bertemu mereka, semangatku kembali berapi-api.
Setiap minggu, sesempat mungkin akan kulakoni untuk pergi ke sana. Melihat wajah-wajah mereka tanpa berkata-kata pun semangatku langsung memercik. Apalagi kalau mereka sudah mulai memuji atau mengkritik karya-karyaku.
Seperti saat aku harus vakum untuk satu bulan karena sebuah kesibukan dan kondisi kesehatan yang sedikit hilang. Semangatku mengendur. Melihat akan diadakannya workshop kepenulisan oleh IMB dengan semangat aku langsung daftar diri. Ternyata tanggal workshop itu bertepatan dengan Munasnya Karang Taruna Nasional. Kebetulan dalam munas itu aku adalah salah satu panitia. Tetapi demi semangat! Aku tetap harus ke workshop!
Tepat tanggal 10 April itu pula aku berangkat dari Anyer, tempat munas dilangsungkan. Tanpa sarapan, tanpa bekal yang cukup aku pergi ke Jakarta. Sesampainya di sana aku sempat bengong masih termakan rasa lelah 4 Jam duduk di patas. Melihat ada teman –teman FLP dan bisa memeluk dan dipeluk mbak Helvy Tiana Rosa membuat rasa lelahku hilang. Berganti sumringah! Aku tak peduli berapa jauh jarak yang kutempuh Anyer-Jakarta atau Jakarta-Anyer demi semangat itu. berapa banyak uang yang kau keluarkan demi semangat itu! Aku tak peduli! Karena bagiku harga sebuah semangat dan keinginan untuk terus menulis lebih mahal dari segala perjuangan! Dan aku sebut perjuanganku ini masih di ujung jari! Jadi aku akan tetap menulis, walau harus didera beribu-ribu penyakit, meskipun selalu dicaci orang-orang bahkan kehilangan segudang harta. Aku akan tetap menulis! Sebagaimana kata-kata bijak, “Ilmu pengetahuan adalah pohon dan menulis adalah buahnya.”
So’ teman-temanku di Forum Lingkar Pena.... keep give me your spirit!
Posted at 04:20 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Thursday, April 14, 2005
Sebuah tangisan kurasakan hanya sunyi di hati. Ketika air mata ini hendak keluar aku selalu mempertimbangkan, "untuk apa air mata ini? untuk siapa tangis perih ini?" kemudian kujawab sendiri, "ini adalah untuk cinta yang tak kunjung tiba."
Sebagai wanita normal, aku sangat merasakan ingin dicintai dan mencintai seseorang, bukan ayahku lagi, bukan mamaku lagi, bukan saudara-saudaraku lagi. Tapi ia adalah laki-laki perkasa nan shaleh dirinya dengan diam-diam meminangku lewat setangkai bunga mawar. Yang akan selalu mengingatkanku agar tetap di jalan_nya, yang senantiasa tersenyum padaku bila aku salah langkah dan dengan lembutya ia luruskan segala kata-kata sia-sia yang aku lontarkan.
Mimpi---mimpi--- itu adalah mimpi diriku -mungkin juga mimpi setiap wanita yang masih normal-
Dosakah bila aku jatuh cinta? Lalu aku resah menghadapi cinta itu. Rinduku melaut seluas debu yang digulung-gulung ombak. Bahkan mungkin cintaku berkabut hitam ternoda nafsu. Cinta Illahiku datang dan pergi tersapu angin malam. Bintang-bintang kecil yang memecah-mecah langit bersenandung kecil. Kutatap bulan yang masih samar tuk liarkan cahayanya.
Aku jatuh cinta, aku selami cinta itu, aku resapi kegalauanku, lalu datang berita, "Ia mencintai wanita lain," aku patah hati, aku diam membisu, lalu kucari cinta yang baru lagi.
Begitu terus...jatuh cinta lalu mati.
Kemudian aku putuskan untuk tidak menangisinya. Percuma, karena cinta yang baru pasti akan datang. Entah cinta yang putih atas asas cinta Illahi atau cinta berkabut hitam yang terselimuti nafsu?
Malam ini aku terkurung dalam angan, tercekat dalam mimpi yang tak bermanfaat. Orang bilang menikah itu butuh banyak persiapan. Lantas aku merasa takut dan tak pernah siap untuk menghadapinya. Tapi cinta--cinta itu datang dan pergi terus menerus...entah sampai kapan aku harus menunggu pinangan, tapi sampai kapan aku benar-benar siap menikah? Entahlah... saat ini aku baru menginjak usia 20 tahun. Masih panjang rasanya waktu bagiku untuk berbenah hati, berbenah jiwa, dan berbenah diri. Tapi bagaimana bila tulisan ini aku baca pada 10 tahun lagi? Dan saat itu aku masih sendiri...masih sendiri...Semoga cinta yang datang nanti tak lagi membuatku patah hati.
Atau aku benar-benar tak pernah mau jatuh cinta lagi. Sampai belahan jiwaku datang....
Posted at 09:37 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Tuesday, April 05, 2005
JalAn TeRjAl membeli MOBIL
huuuuuuuuaaaaaa....; assalamualaikum lagi, para pembaca setia achimaniez.blogdrive.com, di sini saya akan membawa anda pada masalah-masalah hidup saya yang rumit hihihihi (berat) tragisnya kehidupan... kejamnya dunia....
Begini ceritanya (ih... kayak di KisMis aje!) Saya heran, di bulan ke2 hingga ke 4 di tahun 2005 ini saya mendapatkan berjibun-jibun bencana, masalah, dan problematika rumah tangga (Ups) salah... problematika remaja dan organisasi. Berawal dari ketika saya membaca sebuah pesan di FS yang berbunyi, "Sebarkan tulisan ini pada 10 orang dan anda akan mendapatkan keberuntungan, jika anda abaikan maka anda akan mendapatkan bencana."
Dan tak lama setelah itu, saya dapat bencana, anak-anak buah saya di Karang Taruna mulai memberontak, satu per satu menghujat saya dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan beberapa di antaranya meminta saya untuk mundur dari jabatan ketua. Apa SALAH SAYA? Oke saya insropeksi diri, tapi kemarin, menjelang Ulang Tahun saya yang ke-20 bahkan ketika saya ulang tahun pun mereka cuek sekali, tidak peduli, tak ada satu pun yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun"
benar-benar kado yang buruk, lalu ketika saya ke FLP saya dapat kabar bahwa cerpen saya tidak masuk antologi; Saya syok! Alasannya simpel, "PJ" nya kelupaan. Ohhh... setelah itu, saya menangis tersedu-sedu... sebenarnya sih, masih banyak lagi masalah yang susah terungkap!
Teman... tolong katakan dan buat saya percaya bahwa semua musibah yang saya terima itu bukan disebabkan karena saya tidak menyebarkan pesan di FS itu... TOLONG! Apakah saya musyrik jika percaya pada hal itu? Karena saya percaya kalau nasib seseorang ada di tangan Allah bukan karena pesan itu... tapi, TOLONG! Jangan sampai saya rapuh dan menyesali diri.... HIX! Bisa kasih penjelasan?
(Kok isinya gak sesuai lagi sih sama JUDUL? Gak tahu deng!)
Posted at 08:40 pm by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
Monday, April 04, 2005
UNTAIAN SEDIH YANG TERTUTUP SENYUM
assalamualaikum, semuanya yang sedang membaca atau hanya numpang lewat saja, saya di sini tidak bermaksud mengganggu saudara, tapi daripada saya mencuri lebih baik saya isi blogdrive saya (yeee.... emangnya pengamen?)
Pagi itu aku membuka mata, terlihat samar-samar kegelapan menghantuiku.. oh ternyata masih malam, aku kembali menekuri mimpi, ternyata tak jua kunjung lelap kembali. Kuambil keputusan, aku ingin shalat Hajat! Hua... banyak sekali permintaan yang aku inginkan, duuuh.. rasanya malu pada Allah, begitu banyak aku meminta tapi sedikit sekali aku beribadah. Tapi kalau bukan kepada-Nya, sama siapa lagi aku bisa meminta? Sama Bush? sama Saddam? sama Bokap? sama kamu? heuheueheueh..... gak mungkin deh! nehi aca-aca he!
Aku kan minta supaya dideketin jodohku, supaya gak lama-lama jadi bujangan lapuk, supaya dapet jodohnya yang ganteng kayak Chester benington, yang sholeh abisszzz kayak AA GYm, yang super kaya raya kayak Bill Gates, yang penyabar seperti aku (hehe?), yang bijaksana-bijaksini seperti Umar bin Khatab, yang dermawan seperti Abu Bakar, yang pinter abiss dan berpengetahuan luas kayak aku (lagi?) hueix! Ada kalllee yang begono! Yaaa.... namanya juga doa hehehe... apa sih yang ngga bisa dikabulkan sama ALLAH? Kalo gak dapet di sini, pan bisa aja dapetnya di surga (amin dong ah!)
Ups...kok ceritanya jadi melenceng sama judul? Hihihih.... iya, begini ceritanya......
Setelah aku shalat dan berdoa macem-macem, aku niat kembali tidur, tapi pikiranku tak dapat kumengerti kaki di kepala (kok jadi lagu Peterpan sih? Pliss deh!)
ahhh...karena cerita ini begitu sedih, jadinya intinya!
Ulang Tahun gue SEEPPPPPPPPIIIIIIII......hix? Mau tahu ceritanya? pantengin terus achimaniez.blogdrive.com
DON"T WORRYYY... be API....hihihi....
Posted at 09:01 am by Achi_TM
GUE baNgeT gak siH?
|
|
|